Berita dan info bebas seputar Indonesia dan mancanegara tentang politik, sosial, budaya, hukum, kriminal, olahraga, sepakbola, entertainment, musik, film dan berbagi cara, tips dan trik.

Info Bebas

Inilah Penyebab Blog Saya Hilang Di Google Search (Deindex)

Penyebab blog saya hilang di google search (deindex). Beberapa waktu lalu saya sudah sampaikan informasi kepada anda bahwa ada salah satu blog saya yang hilang di google search dan tentunya mesin pencari lain seperti Yahoo, Bing dan sebagainya tanpa saya ketahui apa penyebabnya karena tidak ada pemberitahuan apapun dari google.

Setelah saya informasi, ternyata pemberitahuan dari google itu akan dikirim via email atau Google Seach Console sehari setelah blog saya deindex dan hilang dari mesin pencari untuk semua isi blog, baik posting atau halaman statis.

Ternyata benar, sehari setelah blog saya menghilang dari indeks Google Search, saya mendapatkan pemberitahuan via email tentang penyebab blog saya deindex.

Dalam email tersebut disebutkan penyebabnya yakni bahwa blog saya telah melanggar pedoman webmaster (webmaster guidelines) yang berupa pengalihan tersembunyi seluler (yang dikenal dengan istilah sneaky redirect) baik yang dilakukan dengan sengaja atau pihak ketiga seperti pada screnshoot di bawah ini :

Google memberitahu penyebab blog hilang (deindex) di google search
Sebenarnya saya bingung apa maksud pengalihan tersembunyi seluler dari pihak ketiga seperti yang diungkapkan oleh google tersebut. Lha wong cara membuat pengalihan seluler tersembunyi atau sneaky redirect saja tidak tahu.

Menurut product forum google yang kebetulan ada yang bertanya seputar kasus seperti yang blog saya alami, sneaky redirect itu bisa berasal dari script iklan ataupun dari script-script aneh lain yang dipasang di blog. Nah script-script (mengandung malware) itulah yang menyebabkan blog redirect ke url yang tidak dikehendaki oleh pengunjung.

Dari informasi tersebut, tak pikir panjang, saya langsung mencabut semua script iklan dari pihak ketiga. Ya, hanya script-script iklan yang ada di blog saya tersebut. Sedangkan script yang lain seperti yang ada di widget post terbaru atau related post (artikel terkait) saya anggap tidak ada yang aneh.

Setelah saya hapus semua script iklan (dua iklan popunder popcash dan adfly, yang satu satu iklan dari propeller jenis pushnative), karena saya yakin penyebab blog saya hilang di mesin pencari adalah ada diantara ketiga script iklan itu.

Langkah selanjutnya adalah mengirimkan banding/review atau peninjauan ulang kepada google dengan cara klik menu manual action (webspam manual) di menu GSC (google search console). Kemudian google akan mengirimkan kembali permintaan peninjauan ulang itu via email isinya adalah permohonan tersebut seperti gambar di bawah ini :

Cara memohon pertimbangan dan peninjauan ulang blog deindex
Setelah langkah banding atau permintaan peninjauan ulang (review) sudah dilakukan, saya tinggal menunggu email balasan dari google. Menurut informasi yang saya baca, lamanya waktu balasan email permintaan peninjauan ulang tersebut membutuhkan waktu 3-5 hari.

Itulah penyebab blog saya deindex sehingga hilang dari google dan mesin pencari lain. Semoga saja permintaan peninjauan ulang (Review) yang sudah saya kirim via google search console itu diterima dan disetujui (approved), sehingga blog saya bisa muncul lagi di mesin pencari terutama google.

Itulah pengalaman saya ketika mengatasi blog deindex dengan mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Jadi, bagi anda yang saat ini mengalami hal yang sama seperti saya, jangan panik dulu. Saran saya adalah tidak perlu update posting/artikel, atau ganti template. Anda cukup menunggu datangnya email pemberitahuan dari google untuk mengetahui penyebab blog hilang dari google dan mesin pencari lain.

Blog Saya Hilang Dari Goole Search, Kenapa??

Sampai hari ini saya tidak tahu apa yang menyebabkan salah satu blog saya hilang (deindex) dari google search (mesin pencari Goole. Apakah karena webspam, script iklan yang mengandung virus, malware, link farm atau, keyword stuffing atau yang lain?.

Awal Mula Blog Saya Deindex (Penurunan Jumlah Pengunjung Yang Sangat Drastis)

Sehari yang lalu, saya cek penghasilan saya di salah satu media Iklan PPC terbesar di Indonesia dan sekaligus juga untuk mengetahui apakah penghasilan saya bulan ini sudah dikirim ke rekening saya. Dan memang, salah satu tujuan blogging saya adalah untuk mencari penghasilan dari internet.

Saya terkejut ketika melihat jumlah tayangan iklan di blog saya yang kena hukuman itu sangat rendah dari hari-hari sebelumnya. Misalnya saja, dalam waktu 5 jam sejak dihitung mulai awal hari  yaitu jam 7, jumlah iklan yang tampil di blog saya yang kena diendex itu mencapai 500 lebih. Tapi di hari itu hanya 79 kali tayang. Saya berikir pasti ada yang tidak beres.

Tak berapa lama, saya langsung log in ke google analytic, dan juga blogger. Benar! pengunjung blog saya turun sangat drastis. Saya pun cek di Google Search Console (webmaster) serta email, siapa tahu ada pesan baru dari google. Ternyata, tidak ada apa-apa. Semua tampak normal di google webmaster dan juga tidak ada email apapun.

Dan berdasarkan apa yang pernah saya baca dari beberapa ahli SEO, salah satu ciri-ciri blog yang akan hilang (deindex) dari google adalah penurunan jumlah traffic atau pengunjung yang sangat drastis, lihat screenshot di bawah ini.
Penurunan Traffic/Visitor adalah tanda-tanda blog Deindex di Google
Lalu, untuk mengecek apakah benar blog saya hilang dari google search, saya ketik site:http://blogsayadeindek.blogspot.com (url contoh saja) di google search. Dan hasilnya sangat mengejutkan. Satu posting pun tak ada terindeks di google. Sayapun berkesimpulan bahwa blog deindex di google, lihat screenshot 2 di bawah ini :

Blog Deindex atau hilang di mesin pencari terutama Google

Beberapa Kemungkinan Penyebab Blog Deindex di Google

Saya adalah bloger yang paling malas berburu backlink entah itu menggunakan cara tukeran link (link excahnge) yang saat ini memang sudah usang, submit blog ke directori, komentar, atau dengan cara yang lain, apalagi dengan cara membeli backlink.

Oleh karenanya jumlah backlink untuk blog saya yang bisa dikatakan sudah cukup berumur, tidak memiliki backlink yang banyak. Hanya sedikit saja. Dan itupun berasal dari share saya ke google plus, facebook, Pinterest dan media sosial lain yang menurut para ahli SEO aman dari hukuman google.

Selain itu, setiap saya posting, saya juga tidak pernah memikirkan keyword atau kata kunci atau membangun internal link yang berlebih (bagian dari SEO onpage), apalagi jika tidak berhubungan. Jadi, saya rasa dalam urusan Seo On Page masih terbilang wajar (menurut saya sih..hehe)

Apakah ada kemungkinan blog saya deindex dari google disebabkan oleh link farm?. Saya juga tidak tahu. Lha wong link farm saja saya tidak terlalu paham bagaimana cara membuatnya. Atau mungkin karena terlalu sering melakukan Ping?. Ini juga sepertinya tidak mungkin, karena setiap posting atau update, saya tidak pernah melakukan ping sama sekali.

Lalu apa yang menyebabkan blog saya menghilang dari google search?. Hingga posting ini saya buat, saya tidak tahu apa yang menyebabkan blog saya ditendang oleh google.

Saya (hanya) menduga (saja) kalau ada beberapa kemungkinan sebab blog saya Deindex. Pertama, beberapa waktu lalu saya merubah deskripsi blog di mesin penulusuran (bukan deskripsi blog di menu pengaturan dasar). Dan memang, sejak dibuatnya blog tersebut, saya sudah tiga kali melakukan perubahan deskripsi blog untuk penelusuran.

Kedua, script iklan yang mengandung Malware. Untuk poin ini, saya membandingkan dengan semua blog saya yang dipasangi iklan dari sumber yang sama yaitu popcash, kliksaya dan adfly. Seandainya karena ketiga jenis iklan yang mengandung malware tersebut, tentu semua blog saya akan hilang dari google.

Disarankan untuk dibaca :
Mendapatkan Uang tambahan dari Adf.ly

Nah, memang ada satu iklan jenis PPC luar (Ylixx) yang hanya saya pasang di blog yang kena deindex itu dan tidak saya pasang di semua blog saya. Apakah ini penyebabnya?

Untuk mengetahui jawaban dan dugaan saya, saya pun cari informasi seputar pengalaman publisher yang memasang iklan dari Yllix. Dan ternyata, banyak blog yang bermasalah dan ada yang sampai deindex seperti blog saya. Scirpt iklan dari Yllix itu dianggap mengandung virus, malware dan sering sneaky redirect yaitu mengalihkan pengunjung ke url atau link baru yang berbeda dari apa yang sedang dituju oleh pengunjung. Hal ini jelas melanggar aturan google webmaster guidelines yang berdampak buruk pada blog.

Kesimpulan

Hingga detik ini saya belum dapat menyimpulkan kenapa blog saya tiba-tiba hilang dari google search karena saya tidak mendapatkan keterangan apapun dari google entah itu melalui email atau di GSC, meskipun bisa saja deindex itu disebabkan oleh dua kemungkinan seperti yang saya jelaskan di atas (perubahan deskripsi blog di mesin telusur dan script iklan Yllix yang mungkin mengandung malware dan sering sneaky redirect).

Catatan Tambahan :
Meskipun blog atau situs sudah tidak mendapatkan indeks di google, ada kalanya situs atau blog tersebut masih bisa diakses atau masih bisa dibuka dan dikunjungi ketika kita mengetikkan url tersebut di adress bar browser. Hal yang berbeda jika blog tersebut dibanned atau dihapus oleh google, maka kita tidak bisa membuka blog atau situs tersebut walaupun sudah menulisnya di adress bar. Sekian posting dari pengalaman saya pribadi. Semoga bermanfaat...

Fitur-Fitur Kliksaya.com Sangat Memanjakan Publisher

Luar biasa memang PPC iklan asli Indonesia ini, selain memberikan kesempatan untuk menjadi orang kaya via online, kliksaya.com juga menyediakan fitur-fitur lengkap yang sangat memanjakan membernya seperti saya (sebagai publisher).

Perbandingan Kliksaya dengan PPC lain.

Saya mengatakan seperti itu didasarkan pengalaman nyata menjadi member PPC iklan sebelumnya, baik yang asli Indonesia ataupun luar negeri. Dulu, saya pernah menjadi member di 4 PPC, 3 asli Indonesia, dan yang satu berasal dari luar. Untuk PPC dari luar mengharuskan persyaratan untuk memiliki akun paypal bagi member. Waktu itu, saya pikir mudah untuk membuat akunnya. Ternyata ribet, harus verifikasi dan sebagainya. Akhirnya saya putuskan untuk mencopot script iklan itu. Apalagi jumlah klik iklan dan komisinya sedikit.

Sementara untuk 3 PPC iklan (sebut saja PPC A, B dan kliksaya) yang berasal dari Indonesia (termasuk kliksaya) saya biarkan saja, karena tidak mengharuskan untuk memiliki akun paypal. Pada perkembangan selanjutnya berdasar perbandingan yang saya lakukan untuk ketiga PPC tersebut, akhirnya saya copot satu persatu.

Alasan pencopotan untuk iklan dari PPC A karena dalam beberapa bulan sejak diterima menjadi member, tak ada satupun iklan yang muncul di blog, jadi tidak ada klik sama sekali, komisi pun nihil. Lalu, saya berpiki, daripada hanya menambah beban berat blog karena script iklan, sedangkan tak ada serupiah pun komisi yang saya terima, akhirnya saya copot.

Untuk iklan dari PPC B, saya juga terpaksa mencopotnya, karena iklan yang tayang tidak bisa dikontrol atau diblokir (sebagaimana fasilitas fitur blokir domain dan iklan dewasa yang ada di kliksaya). Jadi iklan yang muncul itu ada judi bola, iklan dewasa dan ada yang mengandung malware. Padahal iklan seperti itu jelas ilegal dan sangat dilarang. Wajar saja kalau jumlah visitor saya terus merosot dari hari ke hari. Selain itu, jumlah iklan yang tayang juga sedikit, sehingga peluang kliknya pun sangat kecil. Karena jumlah klik kecil, komisi yang diterima pun kecil (Rp.15.000 perbulan). Padahal untuk iklan B ini adalah untuk kali pertama saya berpetualang menjadi member PPC, yaitu tahun 2010.

Selain karena faktor tersebut, alasan lain saya mencopot iklan B tersebut karena berdasar perbandingan jumlah klik dan penghasilan antara iklan dari PPC B dan kliksaya. Perbandingan tersebut saya ukur selama satu bulan sejak diterima menjadi publisher kliksaya (Februari-Maret 2014). Hasilnya sangat jauh berbeda. Kalau di kliksaya dalam sehari bisa mendapatkan Rp. 10.000-20.000 (lihat secreenshot di bawah), sementara di PPC B itu untuk satu bulan, itupun tidak pasti, terkadang ada yang hanya Rp. 5.000 saja perbulan, bahkan ada yang Rp. 2.150.



Setelah semua saya copot dan yang tersisa hanya 1 slot iklan dari kliksaya, saya mencoba untuk menambah 3 zona lagi menjadi 4 sebagai ganti iklan PPC A, B dan luar. Sidebar 2 buah, di atas posting 1 dan dibawah posting 1.

Betapa luar biasa kliksaya, pada bulan pertama, saya mendapat komisi sebesar Rp. 241.650. Sebuah hasil yang begitu mencengangkan jika dibandingkan dengan penghasilan iklan B yang hanya saya terima sebesar Rp. 251.000, selama 4 tahun menjadi member!.


Keputusan untuk mencopot semua iklan dari PPC A, B dan luar dan menggantinya dengan menambah zona dari iklan kliksaya tidak pernah saya sesali sama sekali. Seandainya saja sebuah halaman blog bisa dipasang iklan 10 slot dan tanpa ada resiko atau hukuman dari mbah google, tentu saja saya akan menambah zona lagi..he..he..

Beberapa Fitur Penting Kliksaya

Selain mendapat penghasilan tambahan yang cukup besar tersebut, fitur-fitur yang disediakan kliksaya membuat saya semakin diuntungkan dan juga dimanjakan oleh PPC ini. Hal itulah yang membuat saya sering berlama-lama ketika online, apalagi kalau sedang mengakses fitur-fitur favorit. Dan itu saya lakukan hampir setiap hari. Maklum, saya pengangguran berat dan sementara ini baru bisa mencari penghasilan lewat dunia maya.

Di bawah ini adalah beberapa fitur yang sangat bermanfaat dan tentunya sangat memanjakan publisher:

1. Blokir IP. 

Fitur blokir Ip berfungsi untuk menghindari terjadinya Fraud klik yang dilarang
Fitur ini berfungsi untuk memblokir IP member publisher yang sedang online. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya fraud click yang tidak disengaja dengan memasukkan nomor IP yang secara otomatis muncul disamping kotak.


2. Blokir Domain.
Fitur yang berfungsi untuk memblokir domain tertentu karena iklan tidak sesuai

Fitur ini melindungi situs atau blog member dari iklan-iklan yang kurang sesuai yang berasal dari domain tertentu, misalnya iklan perjudian, iklan SARA
dan lain-lain. Namun, hingga saat ini saya belum menggunakan fitur ini, tapi saya yakin fitur ini sangat bermanfaat untuk blog atau website member.


3. Blokir Iklan Dewasa. 

Fitur yang berfungsi memblokir tayangan iklan dewasa dan porno di blog

Fitur terbaru dari kliksaya ini juga sangat bermanfaat bagi blog atau website member yang berfungsi untuk membatasi atau menghentikan tayangan iklan yang berbau pornografi. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sebuah blog atau website lolos dari penayangan iklan dewasa.  Meskipun fitur ini jelas sangat-sangat bermanfaat, saya sendiri belum menggunakannya. Jadi untuk sementara ini, saya masih membiarkan semua iklan ditayangkan di blog.

Selain 3 fitur yang sangat bermanfaat tersebut, ada beberapa fitur lain yang tidak kalah pentingnya bagi member. Silakan simak cerita berdasar pengalaman yang nyata di bawah ini.

Pengalaman 'Bodoh dan Memalukan' Saat Menggunakan dan Menyiakan Fitur-Fitur Kliksaya

Jadi, waktu itu saya baru saja mendapat email pemberitahuan bahwa pendaftaran saya sebagai member kliksaya diterima. Di email itupun diperintahkan untuk melengkapi data pribadi, merubah pasword, mengisi data bank dan sebagainya.

Membaca email tersebut, tak butuh waktu lama saya langsung tulis di browser, www.kliksaya.com. Terbukalah halaman beranda kliksaya. Lalu sayapun log in sebagai publisher dan klik menu atau fitur profil. Ketika saya mengisi data pribadi, tak ada masalah yang saya temui, begitu juga ketika merubah email dan password. Tapi ketika saya coba mengisi data bank, di mana didalamnya juga diharuskan mengupload foto KTP, saya mengalami masalah. Di tahap ini, saya gagal berkali-kali. Mungkin saking bodohnya saya waktu itu, untungnya hanya saya yang tahu..he..he..

Kebodohan saya waktu itu adalah, data bank dan foto KTP yang saya upload tidak sesuai dengan nama pemilik rekening. Lha wong, di data bank dituliskan nama saya, tapi nomor rekeningnya (BRI) atas nama istri saya, tapi foto KTP yang diupload itu milik saya he..he..lalu saya pun berfikir, mungkin karena faktor banknya, yaitu BRI. Akhirnya saya memutuskan langkah bodoh yang kedua, saya mengisi data bank atas nama teman saya yang punya rekening BCA, akan tetapi foto KTP yang diupload itu tetap milik saya. Saya waktu itu berfikir kalau foto KTP yang diupload itu harus milik member, bukan pemilik nomor rekening. Karena gagal untuk kedua kalinya, akhirnya saya diamkan alias pasrah untuk beberapa hari lamanya.

Ketika hampir satu bulan, di mana sudah mendekati transfer komisi, saya berfikir akan rugi jika tidak bisa mengatasi hal tersebut, karena komisi tidak akan ditransfer, sekalipun tidak hilang, karena akan tersimpan dalam fitur laporan komisi. Langkah ketiga pun saya coba, tentunya berdasar pengalaman kegagalan itu. Otak saya putar untuk mencoba cara baru agar tidak tolak lagi. Yaitu dengan mengisi data bank atas nama istri saya sekaligus nomor rekeningnya dan juga mengupload foto KTP milik istri saya. Hasilnya....cerdas....dan berhasil !.

Kesimpulan saya atas pengalaman 'bodoh dan memalukan' tersebut adalah, fitur data pribadi boleh tidak sama dengan data bank, namun demikian alangkah baiknya untuk tetap mengisi data tersebut dengan sebenar-benarnya, mulai dari nama, alamat dan nomor handphone. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Sementara untuk fitur data bank, nama yang digunakan harus atas nama pemilik nomor rekening tersebut dan foto KTP yang diupload harus sama juga dengan nama pemilik rekening. Dalam hal ini, saya ingin memberikan saran kepada kliksaya untuk membenahi hal tersebut, mungkin saja ada kejadian seperti pengalaman saya tersebut (atau jangan-jangan hanya saya saja...he..he).

Pengalaman 'memalukan' lain adalah ketika saya bertanya dan menggunakan fitur hubungi kami. Saya mengirimkan pertanyaan setengah protes (waktu itu masih tanggal 3) yang intinya menanyakan, kenapa komisi bulan ini belum dikirimkan, padahal sudah memasuki bulan baru. Mr. David Ciang dengan ramahnya menjawab, transfer komisi akan dikirim antara tanggal 5-10 awal bulan, untuk info selanjutnya silakan baca persetujuan penerbit. Wauw..betapa bodoh dan malasnya diriku ini, lha wong fitur begitu lengkap di kliksaya kok disia-siakan (klik untuk memperjelas)

Email pemberitahuan untuk transfer komisi tiap bulan
Pengalaman menyiakan fitur blokir IP juga pernah terjadi. Saat itu saya sedang edit blog khusus di sidebar, tanpa disengaja saya klik iklan sendiri di salah satu slot yang ada di sidebar itu. Namun, sebelum laman itu 100% terbuka, saya langsung close. Tanpa pikir panjang, saya buka email, dan benar saja kalau saya menerima email peringatan akibat fraud klik dan juga sanksi pemotongan komisi. Andai saja saya sudah menggunakan fitur blokir ip tersebut, tentu saja saya terhindar dari email peringatan dan juga sanksi tersebut. Berdasar pengalaman ini, sayapun langsung menggunakan fitur blokir ip tersebut hanya dengan memasukkan nomor Ip yang sudah terdeteksi (disediakan) kliksaya (klik untuk memperbesar). Inilah email peringatan dan jumlah dendanya:

Email peringatan pelanggaran fraud klik dan jumlah denda


Itulah pengalaman 'bodoh dan memalukan' yang pernah saya alami ketika saya menggunakan (tapi sok tahu) dan menyia-nyiakan beberapa fitur kliksaya (sudah tahu ada fiturnya, tapi malas membaca). Oleh karena itu saya berpesan kepada teman-teman member lain, terutama untuk member baru :
  1. Jangan merasa pandai atau sok tahu dengan segala fitur yang ada sebelum dibaca dan dipahami secara baik-baik sampai tuntas..tas..tass... Andaikan ada yang harus ditanyakan, alangkah baiknya gunakan fitur hubungi kami, jangan salah langkah seperti saya dengan mengambil keputusan sendiri.
  2. Jangan pernah menyia-nyiakan fitur yang sudah tersedia, karena bisa rugi di kemudian hari ketika menemui problem yang sebenarnya sudah ada solusi, cara dan panduannya.

Pengalaman Paling Berharga dan Bahagia Menggunakan Fitur Kliksaya

Adapun pengalaman pertama yang membuat saya dan istri saya sangat-sangat bahagia adalah ketika pertama kali menerima email yang berisi transfer jumlah komisi yang saya terima di bulan pertama saya sebagai member. Saat itu juga, saya dan istri langsung menuju ATM terdekat di daerah saya untuk mengecek kebenaran email tersebut, dan ternyata kliksaya benar-benar membayar saya lewat transfer otomatis ke bank BRI, tanpa ribet harus ini dan itu seperti PPC lain yang sebenarnya mudah tapi malah dibuat sulit.  Berikut ini adalah screenshot email pertama yang saya terima (klik untuk memperjelas):

Email transfer otomatis ke Bank BRI untuk bulan pertama kali


Berdasar pengalaman tersebut, saya berkesimpulan, kalau tulisan yang pernah saya baca saat itu, bahwa kliksaya itu scam (melakukan penipuan), sangat-sangat tidak benar !. Hingga saat ini saya belum pernah merasakan adanya keganjilan dalam hal transfer otomatis ke bank BRI. Jangankan tidak dibayar, telatpun tidak pernah sama sekali (batasan antara tanggal 5-10 berdasar persetujuan penerbit). Begitupun juga orang yang menulis, bahwa kliksaya itu bertele-tele dan ribet, sama sekali tidak benar. Mungkin saja member itu sendiri yang bodoh dan malas membaca fitur-fitur yang sudah disediakan (panduan, FAQ, persetujuan penerbit, syarat & ketentuan), seperti pengalaman saya yang memalukan itu.

Selain fitur transfer otomatis ke bank lokal, ada beberapa fitur favorit lain yang juga sering saya akses. Pertama adalah fitur daftar penerbit kliksaya. Ketika saya online, akses kedua setelah fitur laporan hasil komisi harian adalah daftar penerbit. Fitur ini berisi seluruh daftar publisher (blog dan website) yang terdaftar di kliksaya disertai dengan jumlah tayang iklan perbulan untuk masing-masing publisher, dan harga tertinggi sebuah iklan. Ketika saya telusuri satu persatu halaman, ternyata blog saya ada di halaman 4, saya merasa bangga meskipun ada di peringkat 67 dari  ribuan publisher. Oleh karenanya, fitur ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus bekerja keras dalam mengembangkan dan membangun blog, agar visitor blog semakin hari semakin naik. Mengapa?. dengan meningkatnya jumlah visitor, jumlah iklan yang tayang pun bertambah banyak, sehingga peluang pengunjung untuk klik iklan semakin besar, dan peringkat di daftar penerbit kliksaya pun akan naik. Semakin tinggi peringkatnya, tentunya semakin bagus reputasinya. Untuk saat ini, yang nangkring di urutan pertama sebagai daftar penerbit di fitur/menu daftar penerbit pada navigasi atas adalah stafaband. Silakan klik untuk memperbesar..

daftar lengkap semua blog dan web publisher yang terdaftar di kliksaya

Fitur lain yang sering juga saya kunjungi adalah Hall Of Shame. Meskipun sudah ada fitur persetujuan penerbit yang berisi tentang aturan dan larangan bagi member, namun Hall Of Shame ini adalah sebagai contoh nyata 'praktik' dari para pelanggar aturan tersebut. Jadi, sebagai member, saya juga dimanjakan fitur ini untuk melihat screenshot secara langsung disertai keterangan untuk publisher (blog atau website) yang terkena sanksi banned, pemotongan, atau hanya sekedar peringatan. Berdasar pengalaman menggunakan fitur ini, saya pun harus berusaha semaksimal mungkin agar terhindar dari daftar Hall Of Shame tersebut. Oleh karenanya, sangat penting juga untuk mengakses fitur ini karena sangat bermanfaat. Jadi sering-seringlah mengakses fitur ini, siapa tahu blog atau website kita masuk daftar. Oke, kalau masuk daftarnya masih dalam tahap peringatan yang masih bisa diperbaiki berdasar perintah kliksaya dalam screenshot dan judul tautan tersebut, kalau keterangannya banned, sudah tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaikinya. Silakan lihat screenshot untuk fitur Hall Of Shame ini :

fitur Hall Of Shame berfungsi untuk melihat website atau blog yang terkena sanksi



Itulah posting fitur-fitur yang sangat manjakan saya sebagai member kliksaya.com. Sebenarnya masih banyak sekali fitur yang lain. Namun, jujur saja, saya jarang mengakses fitur lainnya, jadi saya tidak bisa berbagi pengalaman dengan anda, misalnya Zona Iklan. Fitur ini sudah pasti wajib diakses oleh member  publisher seperti saya, meskipun sebenarnya hanya diakses ketika saya menambah zona iklan saja, atau jika ada zona iklan yang harus diedit atau diperbaiki. Fitur Daftar iklan juga jarang saya akses, paling cuma sesekali saja ketika saya online dan itupun sekedar melihat dan membaca saja, dan masih banyak fitur lain yang belum saya tulis di sini. Jika anda penasaran dengan fitur-fitur lainnya, silakan bergabung dengan kliksaya, raih penghasilan tambahan yang memuaskan sebagai publisher dan nikmati fitur-fitur yang sangat memanjakan membernya, termasuk hadiah besar untuk kontes menulis seperti yang tampak pada banner di bawah ini.

Kontes menulis fitur-fitur yang ada di kliksaya

 

Kata Penutup

Saya ucapkan beribu-ribu terimakasih untuk kliksaya atas komisi yang dilakukan dengan cara transfer otomatis ke bank BRI serta fitur-fitur yang sangat memanjakan ini. Sebagai saran terakhir demi pengembangan ke arah lebih baik, saya mengusulkan agar script iklan dari kliksaya mobile-responsive, mengingat begitu banyak pengguna internet yang menggunakan mobile. Terimakasih

Lalu Transfer Tevez Ke Juve Gunanya Apa?

Sebenarnya semua itu adalah kejeniusan Antonio Conte yang mengusulkan kepada manajemen Juve yang dihandle oleh Beppe Marotta untuk memboyong Carlos Tevez dari Man. City ke Turin. Conte sebenarnya sudah tahu bahwa siapapun striker yang bergabung dengan Nyonya Tua tidak akan terlalu menonjol (menakutkan) bagi Juventus atau rival-rivalnya. Hal ini mungkin disebabkan karena kejelian Antonio Conte dengan skema spesial 3-5-2 yang berbeda dengan skema 3-5-2 milik Napoli atau klub lainnya.

Transfer Carlos Tevez ke JuveConte memang sengaja memasang striker dalam setiap taktik dan formasinya hanya sebagai pengelabuan musuhnya. 3-5-2 yang diusung oleh Conte lebih menitikberatkan pada permainan lini tengah Juve yang diplaymakeri oleh Andrea Pirlo. Terlebih gelandang kanan dan kirinya (baik Asamoah dan Leichsteiner) lebih ditugaskan untuk menjaga keseimbangan antara attacking dan defensive (menyerang dan bertahan). Sehingga kedua gelandang kanan dan kirinya itu tak bekerja layaknya winger macam Nedved, Ronaldo, Robben, Gareth Bale, Franck Ribery dan winger-winger lainnya.

Leich dan Asamoah jarang sekali menyisir lapangan di bagian pinggir hingga hampir menyentuh area garis corner dan melakukan crossing by line ke area center atau far post (bisa juga terhadap striker/targetmen). Kedua pemain ini juga jarang melakukan crossing di separuh atau 3/4 lapangan sendiri (crossing from deep). Kedua gelandang ini terkadang melakukan cut inside (memotong posisinya ke tengah dan menuju kotak pinalti ketika membantu serangan). Akan tetapi sesekali juga melakukan huge line. Ketika kedua gelandang ini melakukan huges line dan memberikan passing kepada striker/targetmen sering menemui kegagalan karena striker Juve sering dimarking begitu ketat oleh defender lawan. Akibatnya sering deadlock, sehingga terkadang baik Leich atau Asamoah melakukan shooting langsung. Tak heran jika pemain ini kadang bisa mencetak gol. Tak heran juga jika kita sering melihat tendangan ke arah gawang milik Juve dalam sebuah statistik pertandingan bisa mencapai 30 atau lebih sementara yang gol hanya 2-3 biji. Itu dikarenakan memang bukan tugas utama dari seorang gelandang dalam mencetak gol.

Berbeda dengan peran Cristian Maggio di Napoli yang posisinya sama dalam skema 3-5-2 milik Walter Mazzari. Maggio di Mazzari sering melakukan crossing from deep/crossing by line ke targetmen atau strikernya, sehingga Maggio dalam hal ini kalah dalam urusan mencetak gol dengan Leichsteiner. Akan tetapi, striker atau targetmen Napoli justru lebih subur dibandingkan dengan striker yang dimiliki Juve.

Saat Stephan dan Kwadwo juga mendapat kawalan ketat sehingga tidak bisa melakukan shooting, maka kedua pemain ini akan mengalihkan passingnya ke lini kedua Juventus yang dimotori oleh Pirlo, Marchisio dan Vidal. Dia tidak akan memaksa mengumpan ke striker-striker Juve yang begitu dijaga ketat di mana ruang pergerakannya selalu dipersempit. Oleh karenanya, tak heran pula jika baik Marchisio, Pirlo dan Vidal sering mencetak gol dari lini kedua ini. Bahkan untuk urusan lini kedua, trio MVP ini yang terbaik di Eropa atau bahkan dunia. Belum lagi jika digabungkan dengan dua pemain tengah lain yang menjadi cadangan, Pogba dan Giaccherini (waktu masih di Juve).

Kesulitan mendapat umpan dan crossing matang inilah yang sebenarnya membuat Striker atau targetmen Juve harus lebih bekerja keras dalam menjemput bola ke bawah yang hal tersebut tidak akan mudah dilakukan. Karena ketika Juve dalam keadaan diserang, maka ada 8 pemain yang turun pula ke bawah, sehingga striker sangat susah untuk mendapatkan bola. Andaipun bisa, hal itu takkan berlangsung lama karena defender lawan akan lebih mudah menghalaunya, terlebih para striker Juve tidak ada yang begitu jago dalam olah bola, dribling dan akselerasinya tidak terlalu cepat. Hanya keteledoran defender lawan dan sedikit kreatifitas yang bisa membantu strikernya membuat gol.

Jika Conte mungkin sudah tahu bahwa siapapun striker yang mampir ke Juventus tidak akan terlalu optimal, lalu transfer Teves dan Llorente ke Juve gunanya apa?. Inilah yang menarik dari manajemen Juve. Selain karena tugasnya sebagai seorang striker/targetmen, Tevez dan Llorente yang diangkut ke Juve adalah juga karena kedua pemain ini memiliki nama besar di pasar, terutama Tevez. Kedua pemain ini secara hitung-hitungan ekonomi mungkin dipertimbangkan akan menguntungkan neraca keuangan Juve. Dan terbukti, tiket terusan sudah ludes terjual jauh-jauh hari yang lalu, begitu pula jersey-jerseynya., serta keuntungan mendapatkan tambahan hak siar tentunya. Dan yang terpenting bagi Juve sekarang adalah sebuah kemenangan atau mencetak gol tidak harus terfokus di lini depan saja. Jadi, jika sebuah klub rata-rata lebih identik dengan striker dan winger, maka Juve lebih identik di gelandangnya yang justru ditakuti lawan.

Seperti yang pernah dikatakan Conte, bahwa Juve tidak hanya sekedar memenangkan pertandingan dan meraih gelar juara saja, akan tetapi lebih kepada membangun dan mengembangkan klub ke sektor-sektor yang lain di masa-masa mendatang dan menjadi klub yang paling siap menatap masa depan. Cerdas bukan??. Oleh karenanya saat ini, baik manajemen Juve ataupun Conte sendiri, tidak muluk-muluk dalam mentargetkan gelar juara, terutama di Liga Champions. Sehingga musim ini pun mereka lebih memilih membidik meraih gelar juara Serie A dibandingkan dengan UCL. Semua ini bagian dari strategi dan rencana Juve di masa yang akan datang. Apakah rencana yang sudah dipersiapkan tersebut, mungkin salah satunya bisa kita tunggu di akhir-akhir transfer.

Jika kita analisa lebih jauh, untuk apa Juventus membeli seorang Carlos Tevez yang jika dilihat dari usianya saja hampir menyentuh kepala 3, kalau hanya untuk menciptakan seorang top skor atau membuat lini depan yang menakutkan lawan, karena jika dilihat dari usia dan produktifitas Teves yang juga sudah menurun, bukanlah rencana jangka panjang manajemen Juve. Terlebih, jika dilihat dari harganya yang hanya 9 juta, menunjukkan Manc. City mungkin sudah tahu bahwa kemampuan Tevez dalam urusan mencetak gol sudah menurun. Dan harga 9 Juta pula tak lebih mahal dari seorang Vucinic, Matri dan bahkan lebih murah dari banderol yang dipasang pada Luca Marrone. Oleh karena itu, Tevez diboyong ke Turin salah satunya adalah karena ada faktor lain yang menguntungkan dari segi keuangan klub. Bahkan seorang mantan direktur Juventus yang top markotop dalam urusan belanja pemain, Moggi pun mengatakan bahwa Tevez bukanlah seorang pemain luar biasa dan menjadi pembeda di klub.

Lalu pantaskah ia menggunakan jersey no. 10?. Hal ini juga merupakan kepandaian manajemen Juventus yang memberikan no. 10 kepada Tevez, kenapa?. Untuk hal ini, kita sedikit bermemory dengan Alessandro Del Piero, si pemilik no 10 sebelumnya. Selama kurang lebih 19 tahun, Del Piero mengenakan angka 10 dan menjadikannya seorang kapten, membuat tifosi Juventus gerah ketika sang kapten dilepas begitu saja (tak diperpanjang kontrak). Faktor "ketergantungan" pada seorang ADP membuat klub juga bingung sendiri. Di saat bersamaan tifosi banyak yang menolak ia pergi dari Turin dan menuntut manajemen Juve memperpanjang kontraknya, di sisi lain, Juve juga ingin melakukan regenerasi klub. Sementara Ale sendiri masih ingin tetap menjadi pemain. Untuk itulah, no. 10 ini diberikan ke Tevez agar tidak ada lagi kekecewaan yang mendalam terhadapnya ketika dilepas/pensiun atau dijual. Manajemen juga tahu tidak mungkin Tevez akan mengenakan angka 10 selama waktu Del Piero memakainya, karena usianya yang akan menginjak 30. Ini adalah bagian dari rencana luar biasa manajemen Juventus sendiri.

Selain itu, sebuah kecerdasan lagi muncul dari pihak manajemen yang akan menjual salah satu strikernya karena memang sudah terlalu banyak yang dimiliki, entah itu Matri, Giovinco, Quagliarella, atau Vucinic dengan banderol di atas harga beli Tevez. Ini bertujuan juga dengan keuntungan dari dana yang sudah digunakan untuk membeli Tevez dan mengurangi gaji yang diterima pemain yang akan dijual tersebut.

Seandainya Juve ingin benar-benar serius membeli pemain yang masih "on fire" dalam urusan menjebol gawang lawan, maka hal itu akan terwujud jika semua rencananya berjalan lancar dalam jangka waktu paling tidak untuk 2 musim ke depan. Saat ini justru keseriusan Juve dalam transfer kali ini dititikberatkan di sektor lain, defender misalnya. Bahwa manajamen mungkin sudah bisa memprediksi bahwa di lini belakang, Juve harus mempersiapkan regenerasi pula. Hal ini tak luput dari pembelian "berkualitas" dari Angelo Ogbonna yang memang merupakan bagian dari rencana tersebut. Tak perlu menilai dari hasil uji coba pra musim yang memang meyakinkan, sewaktu masih di Torino pun pemain ini sudah terlihat bakat dan kemampuannya dalam menjaga sektor pertahanan, terlebih usianya juga masih terbilang muda dan ini akan dipersiapkan untuk meregenerasi lini belakang Juve (dalam hal ini Barzagli) yang sudah cukup umur untuk urusan lini pertahanan.

Sementara untuk Llorente (yang motif permainannya tidak jauh beda dengan Bendtner atau Anelka ) yang direkrut Juve dengan free transfer, lebih  kepada untung-untungan. Meski kita semua mungkin tahu bahwa Llorente juga merupakan salah satu targetmen yang berkualitas, sebelum ada konflik internal dengan manajemen Bilbao. Seandainya ia produktif dan menjadi mesin gol Juve maka hal itu di luar manajemen Juve dan menjadi hadiah yang menarik untuk seluruh keluarga besar Juventus di seluruh dunia. Sementara jika ia gagal, hal itu juga tidak terlalu merugikan Juve karena diboyong secara gratis. Dan jika pertimbangannya rugi dalam hal gaji, maka secara cepat Juve akan menutup dengan penjualan dan pengurangan pemain lainnya (selain Tevez dan Llorente). Luar biasa..!!


Ada Apa Dengan Jadwal Juventus Awal Musim 2013/2014


Conte bilang tidak masalah dengan padatnya jadwal Juve di Serie A 2013/2014
Beberapa saat lalu, direktur Juventus, Beppe Marotta melontarkan sedikit "protes" terhadap jadwal Juventus di pekan-pekan pertama Serie A musim ini. Ia menilai FIGC kurang begitu "melindungi' tim-tim Serie A yang memiliki jam terbang lebih padat karena berlaga di kancah Eropa baik Liga Champions atau Liga Eropa, khususnya Juventus. Sehingga jadwal yang dikeluarkan beberapa hari lalu itu mengundang sedikit protes dari sang direktur.
"Ini pertama kalinya bagi Juventus memulai kompetisi baru dengan jadwal yang terbilang ketat, terutama dalam tiga tahun terakhir," ujar Marotta seperti dilansir Sky Sport Italia.
Namun, terlepas dari anggapan beratnya laga yang musti dilakoni di pekan-pekan awal Liga Italia tersebut, Marotta sendiri tetap merasa yakin bahwasanya Juve tetap akan meraih ambisinya untuk mendapatkan gelar scudetto ketiga secara beruntun. Ambisi tersebut bukan tak berdasar. Masuknya pasukan-pasukan baru Si Nyonya Tua, membuat Marotta tetap optimis untuk bisa mendapatkan scudetto secara beruntun dan bahkan akan mendapatkan hasil yang lebih baik di arena liga Champions dibanding musim lalu.

Penulis sendiri menilai bahwa ada benarnya Marotta berpendapat "miring" soal jadwal Kekasih Italia ini, meskipun sebenarnya sang allenatore sendiri, Conte tidak mempermasalahkan beratnya Jadwal Juve. Sementara itu sang kapten juga mengomentari peluang Bianconeri perihal gelar Scudetto musim ini. Buffon menilai bahwa untuk mendapatkan kembali scudetto secara beruntun tidaklah mudah meski saat ini Juve memiliki skuat yang lebih kuat dibandingkan musim lalu. Benarkah demikian?
"Saya kembali ke Juventus yang lebih kuat. Sekarang kami mendapat tambahan elemen dari kualitas luar biasa. Kami mengambil langkah sunggug-sungguh," tutur Buffon, dikutip Football Italia.
 "Tapi, tidak akan mudah mempertahankan gelar kami. Faktanya, tahun ini akan lebih sulit dibandingkan dua tahun sebelumnya."
Mengapa Sampdoria yang harus dipertemukan di giornata pertama?. Adalah klub inilah satu-satunya yang berhasil mengalahkan Bianconeri di musim lalu baik untuk away maupun home. Laga berikutnya mengapa harus Lazio yang dihadapi Juve di giornata berikutnya. Adalah si Elang Ibukota Roma inilah yang sukses menggagalkan Juve untuk meraih gelar Copa Italy. Lalu dilanjutkan dengan bertandang ke markas Internazionale di giornata berikutnya. La Baneamata juga berhasil mengalahkan Juve di kandangnya sendiri musim lalu. Baru pada pekan berikutnya Bianconeri menghadapi musuh yang boleh dibilang ringan, Verona.

Tapi tunggu dulu, meskipun secara kualitas dan materi tim, La Vecchia Signora ini berada jauh di atas Verona, tiga lawan yang dihadapi sebelumnya adalah tim-tim yang pernah mengalahkan Juventus di musim lalu, belum lagi harus berkancah di Eropa. Jadi hal ini sangat berpengaruh pada mental dan fisik pemain. Jika dalam tiga partai awal tersebut Juve diasumsikan hanya meraih poin 4 (anggap saja hitungannya disamakan dengan perolehan musim lalu ketika menghadapi Sampdoria (away), Lazio (home), dan Inter (away), akan berujung pada tekanan yang ada pada mental pemain-pemain Juventus, begitu pula dengan fisik (dimana pada minggu tersebut, Juventus berlaga di ajang Liga Champions). Jika hal tersebut benar-benar berpengaruh (baik fisik maupun mental), bukan tak mungkin Juventus akan dipermalukan oleh Verona yang bisa saja bermain tanpa beban, layaknya Sassuolo di ajang pra musim beberapa waktu lalu.

Bandingkan dengan rival-rival Juve yang diperhitungkan dalam perebutan gelar scudetto musim 2013-2014, Fiorentina, Napoli, Milan, Inter, Roma, dan Lazio. Pada giornata pertama Fiorentina menjamu Catania yang di atas kertas jelas diunggulkan, apalagi musim lalu juga menang 2-0 di Artemio Franchi. Lazio juga menang menghadapi Udinese 3-0 di Olimpico. Sementara Inter yang musim lalu hanya meraih hasil imbang, pada giornata pertama menjamu Genoa. Namun dalam hal ini, Inter tidak berkiprah di kancah Eropa, sehingga Nerazurri akan diprediksi menang mudah, terlebih saat ini Inter ditangani oleh mantan pelatih Napoli (Mazzari) yang pada musim lalu berhasil membekuk Genoa baik kandang maupun tandang. Sementara untuk Verona kontra Milan dan Livorno vs AS Roma adalah pertemuan pertama di Serie A musim ini yang kekuatannya hanya bisa diukur dari komposisi tim, kualitas dan materi Tim saat ini. Untuk itu, baik Roma atau Milan (jika didasarkan pada materi pemain) jauh lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan melawan Livorno atau Verona. Sementara Napoli yang digadang-gadang sebagai pesaing terberat Juventus dalam meraih scudetto musim 2013/2014 ini akan dipertemukan dengan klub yang pernah mengalahkannya (2-3) di musim lalu, Bologna. Namun perlu diketahui, ketika Napoli kalah saat itu, hanya beberapa pemain inti saja yang dimasukkan oleh Walter Mazzari. Sementara pada musim ini, dengan amunisi barunya, tidak mungkin Rafa Benitez akan membangkucadangkan pemain-pemain intinya yang notabene pemain bintang terlebih di awal-awal laga.

Berdasarkan analisa tersebut, kemungkinan posisi empat teratas di giornata pertama Serie A musim 2013/2014 akan dihuni oleh Inter, Fiorentina, Milan, Roma, Lazio dan Napoli dengan sama-sama mengantungi poin 3. Sedangkan Juventus kemungkinan tidak akan masuk dalam empat besar di pekan-pekan pertama bahkan hingga saat bertemu Napoli. Adakah rekayasa penjegalan gelar Scudetto musim ini bagi La Vecchia Signora??


Back To Top