Berita dan info bebas seputar Indonesia dan mancanegara tentang politik, sosial, budaya, hukum, kriminal, olahraga, sepakbola, entertainment, musik, film dan berbagi cara, tips dan trik.

Info Bebas

Ada Apa Dengan Jadwal Juventus Awal Musim 2013/2014


Conte bilang tidak masalah dengan padatnya jadwal Juve di Serie A 2013/2014
Beberapa saat lalu, direktur Juventus, Beppe Marotta melontarkan sedikit "protes" terhadap jadwal Juventus di pekan-pekan pertama Serie A musim ini. Ia menilai FIGC kurang begitu "melindungi' tim-tim Serie A yang memiliki jam terbang lebih padat karena berlaga di kancah Eropa baik Liga Champions atau Liga Eropa, khususnya Juventus. Sehingga jadwal yang dikeluarkan beberapa hari lalu itu mengundang sedikit protes dari sang direktur.
"Ini pertama kalinya bagi Juventus memulai kompetisi baru dengan jadwal yang terbilang ketat, terutama dalam tiga tahun terakhir," ujar Marotta seperti dilansir Sky Sport Italia.
Namun, terlepas dari anggapan beratnya laga yang musti dilakoni di pekan-pekan awal Liga Italia tersebut, Marotta sendiri tetap merasa yakin bahwasanya Juve tetap akan meraih ambisinya untuk mendapatkan gelar scudetto ketiga secara beruntun. Ambisi tersebut bukan tak berdasar. Masuknya pasukan-pasukan baru Si Nyonya Tua, membuat Marotta tetap optimis untuk bisa mendapatkan scudetto secara beruntun dan bahkan akan mendapatkan hasil yang lebih baik di arena liga Champions dibanding musim lalu.

Penulis sendiri menilai bahwa ada benarnya Marotta berpendapat "miring" soal jadwal Kekasih Italia ini, meskipun sebenarnya sang allenatore sendiri, Conte tidak mempermasalahkan beratnya Jadwal Juve. Sementara itu sang kapten juga mengomentari peluang Bianconeri perihal gelar Scudetto musim ini. Buffon menilai bahwa untuk mendapatkan kembali scudetto secara beruntun tidaklah mudah meski saat ini Juve memiliki skuat yang lebih kuat dibandingkan musim lalu. Benarkah demikian?
"Saya kembali ke Juventus yang lebih kuat. Sekarang kami mendapat tambahan elemen dari kualitas luar biasa. Kami mengambil langkah sunggug-sungguh," tutur Buffon, dikutip Football Italia.
 "Tapi, tidak akan mudah mempertahankan gelar kami. Faktanya, tahun ini akan lebih sulit dibandingkan dua tahun sebelumnya."
Mengapa Sampdoria yang harus dipertemukan di giornata pertama?. Adalah klub inilah satu-satunya yang berhasil mengalahkan Bianconeri di musim lalu baik untuk away maupun home. Laga berikutnya mengapa harus Lazio yang dihadapi Juve di giornata berikutnya. Adalah si Elang Ibukota Roma inilah yang sukses menggagalkan Juve untuk meraih gelar Copa Italy. Lalu dilanjutkan dengan bertandang ke markas Internazionale di giornata berikutnya. La Baneamata juga berhasil mengalahkan Juve di kandangnya sendiri musim lalu. Baru pada pekan berikutnya Bianconeri menghadapi musuh yang boleh dibilang ringan, Verona.

Tapi tunggu dulu, meskipun secara kualitas dan materi tim, La Vecchia Signora ini berada jauh di atas Verona, tiga lawan yang dihadapi sebelumnya adalah tim-tim yang pernah mengalahkan Juventus di musim lalu, belum lagi harus berkancah di Eropa. Jadi hal ini sangat berpengaruh pada mental dan fisik pemain. Jika dalam tiga partai awal tersebut Juve diasumsikan hanya meraih poin 4 (anggap saja hitungannya disamakan dengan perolehan musim lalu ketika menghadapi Sampdoria (away), Lazio (home), dan Inter (away), akan berujung pada tekanan yang ada pada mental pemain-pemain Juventus, begitu pula dengan fisik (dimana pada minggu tersebut, Juventus berlaga di ajang Liga Champions). Jika hal tersebut benar-benar berpengaruh (baik fisik maupun mental), bukan tak mungkin Juventus akan dipermalukan oleh Verona yang bisa saja bermain tanpa beban, layaknya Sassuolo di ajang pra musim beberapa waktu lalu.

Bandingkan dengan rival-rival Juve yang diperhitungkan dalam perebutan gelar scudetto musim 2013-2014, Fiorentina, Napoli, Milan, Inter, Roma, dan Lazio. Pada giornata pertama Fiorentina menjamu Catania yang di atas kertas jelas diunggulkan, apalagi musim lalu juga menang 2-0 di Artemio Franchi. Lazio juga menang menghadapi Udinese 3-0 di Olimpico. Sementara Inter yang musim lalu hanya meraih hasil imbang, pada giornata pertama menjamu Genoa. Namun dalam hal ini, Inter tidak berkiprah di kancah Eropa, sehingga Nerazurri akan diprediksi menang mudah, terlebih saat ini Inter ditangani oleh mantan pelatih Napoli (Mazzari) yang pada musim lalu berhasil membekuk Genoa baik kandang maupun tandang. Sementara untuk Verona kontra Milan dan Livorno vs AS Roma adalah pertemuan pertama di Serie A musim ini yang kekuatannya hanya bisa diukur dari komposisi tim, kualitas dan materi Tim saat ini. Untuk itu, baik Roma atau Milan (jika didasarkan pada materi pemain) jauh lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan melawan Livorno atau Verona. Sementara Napoli yang digadang-gadang sebagai pesaing terberat Juventus dalam meraih scudetto musim 2013/2014 ini akan dipertemukan dengan klub yang pernah mengalahkannya (2-3) di musim lalu, Bologna. Namun perlu diketahui, ketika Napoli kalah saat itu, hanya beberapa pemain inti saja yang dimasukkan oleh Walter Mazzari. Sementara pada musim ini, dengan amunisi barunya, tidak mungkin Rafa Benitez akan membangkucadangkan pemain-pemain intinya yang notabene pemain bintang terlebih di awal-awal laga.

Berdasarkan analisa tersebut, kemungkinan posisi empat teratas di giornata pertama Serie A musim 2013/2014 akan dihuni oleh Inter, Fiorentina, Milan, Roma, Lazio dan Napoli dengan sama-sama mengantungi poin 3. Sedangkan Juventus kemungkinan tidak akan masuk dalam empat besar di pekan-pekan pertama bahkan hingga saat bertemu Napoli. Adakah rekayasa penjegalan gelar Scudetto musim ini bagi La Vecchia Signora??


Kisah Nyata, Wanita Angkat Rahim Masih Bisa Hamil

inilah letak rahim perempuan yang biasa diangkat
Secara medis dan ilmu kedokteran, banyak dokter yang berpendapat bahwa ketika rahim yang ada pada perempuan itu sudah diangkat, maka wanita tidak akan bisa hamil lagi.

"Rahim yang sudah diangkat tentu akan berhenti haid dan tidak akan bisa mengandung lagi" itulah jawaban seorang dokter di sebuah konsultasi online yang menanyakan kemungkinan perempuan hamil lagi pasca pengangkatan rahim (sumber:http://health.detik.com/read/2010/07/02/143951/1391718/834/rahim-sudah-diangkat-masihkah-bisa-hamil).
"Keputusan untuk menjalani pengangkatan rahim dengan pembedahan (histerektomi) tidak boleh dianggap remeh. Pada wanita muda, menopause segera yang timbul setelah histerektomi atau pengangkatan ovarium, harus ditangani dengan Terapi Sulih Hormon (TSH), wanita ini tidak bisa mengandung". Oleh Dokter Miriam (sumber:http://health.okezone.com/read/2012/09/10/485/687686/proses-pengangkatan-rahim-yang-biasa-dilakukan-dokter)
Akan tetapi, meski secara medis hal itu adalah mustahil, Tapi tak ada yang mustahil bagi Allah SWT menumbuhkan rahim (lagi) untuk seorang wanita yang sudah mengalami pengangkatan rahim. Hal ini didasarkan info dan berita nyata yang dialami oleh Eli Siti Khoirah, 29 tahun, asal desa Banjarsari, Ciamis.

Inilah Kisah Nyata tersebut:
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Apa jadinya bila wanita terpaksa harus kehilangan rahimnya? Kenyataan pahit ini saya alami sendiri. Dokter kandungan memutuskan untuk mengangkat rahim saya karena myoma yang bersarang di dalamnya. Saya langsung limbung, pikiran mendadak linglung. Saya tak sanggup membayangkan harus kehilangan mahkota saya di usia 29 tahun. 
Hingga suatu ketika, Allah menyadarkan saya lewat bencana tsunami Aceh pada Desember 2004. Saya terhenyak melihat kapal laut dengan berat berton-ton bisa terhempas dari laut ke daratan di tengah kota, dan banyaknya korban yang bergelimpangan akibat dahsyatnya terjangan tsunami. Allahu Akbar! Allahu ‘ala kulli syai’in qodiir!. 
Sejak kejadian itu, saya berpikir kenapa saya harus takut kehilangan rahim yang jelas-jelas ciptaan Allah? Bila memang sudah ketentuan-Nya rahim ini harus diangkat maka yang harus saya lakukan hanyalah ikhlas.  
Akhirnya, di awal 2005 saya mantap menjalani operasi pengangkatan rahim. Sebelumnya, saya berusaha menyelesaikan semua pekerjaan saya. Sebab umur tidak ada yang tahu, kalau ajal menjemput saya pada saat operasi, setidaknya saya sudah menunaikan tanggung jawab saya. 
Tanpa terasa, sebulan pasca operasi berlalu. Saya jalani hari demi hari dengan penuh kepasrahan. Saya ikhlas ketika menyadari tak bisa lagi menstruasi. Pupusnya rencana memberi adik untuk anak semata wayang pun saya berusaha menerimanya dengan lapang hati.  
Tapi tak bisa dipungkiri, tanpa rahim di tubuh membuat saya merasa tak berharga di hadapan suami. Ketika saudara atau kerabat menanyakan kapan kemungkinan saya memiliki anak lagi, hati saya tertoreh. Wallahu 'alam, hanya itu yang bisa saya gumamkan.  
Namun, diam-diam hati ini masih menyimpan harapan. Setiap usai shalat saya berdoa, “Ya Allah tak ada yang mustahil bagi-Mu untuk menyempurnakan kembali fisik hamba ini. Amin” Saya panjatkan doa itu sambil membayangkan tayangan tsunami Aceh di televisi yang memperlihatkan betapa mudahnya bagi Allah menciptakan dan menghancurkan sesuatu bila Dia telah berkehendak.  
Dua bulan kemudian, sebuah keajaiban terjadi. Subhanallah, saya menstruasi! Langsung saja saya periksa ke dokter. Melihat kondisi saya, dokter heran. Sebab, darah yang keluar benar-benar darah haid. Padahal secara medis setelah rahim diangkat tidak mungkin lagi saya bisa menstruasi, apalagi hamil. Saya pulang dan bersyukur atas anugerah yang Allah berikan. Tak hentinya saya mengucap, “Wallahu‘ala kulli syai’in qodir.”  
Saya lalui hari dengan penuh syukur, sampai suatu saat menstruasi saya tak kunjung datang lagi. Kekhawatiran muncul, apakah sudah saatnya saya benar-benar tidak subur seperti wanita lain? Saya kembali ke dokter dengan dag-dig-dug walau tetap pasrah apa pun yang terjadi. Tapi tahukah pembaca? Air mata ini seperti berebut keluar ketika mendengar diagnosa dokter, saya dinyatakan positif hamil! Subhanallah! Dari hasil USG terlihat rahim dan ovarium saya utuh kembali tanpa tanda-tanda pernah mengalami suatu penyakit.  

Allahu Akbar. Alhamdulillah, ya Rabb, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Mu. Cinta-Mu selalu luar biasa untuk diri ini. Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...

Sumber: http://ummi-online.com/berita-82-allah-tumbuhkan-lagi-rahim.html

Mengintip Keunikan Posisi Andrea Pirlo

Andrea Pirlo yang saat ini membela Juventus adalah pesepakbola yang posisinya dikenal sebagai gelandang bertahan (Defensive Midlefielder) dan lebih berperan sebagai Deep Lying Playmaker. Sebagai pemain yang berposisi di antara defender dan gelandang tengah (MC), biasanya DM/gelandang bertahan memiliki naluri bertahan yang bagus. Namun dalam data profil dan statistiknya di Football Manager, ternyata untuk posisi gelandang bertahan tidak cocok dengan atributtes yang dimiliki Pirlo khususnya dalam takcling, strength dan stamina. Padahal atribut itu sangatlah penting yang harus dimiliki oleh gelandang bertahan murni (DM)

Mengapa tidak cocok?..baiklah sebelum membabhasnya lebih jauh, perlu diketahui bahwa standar atributes yang digunakan oleh FM adalah 20 untuk batas tertinggi, dan 15 untuk batas rata-rata. Di FM 2008/2009, pemain yang sudah memiliki nilai 16 akan tampak berwarna (highlight) biru, ini menandakan bahwa pemain tersebut memiliki atribut (secara populernya bisa dikatakan skill) di atas rata-rata.


Menurut Football Manager, seorang gelandang bertahan (DM) setidaknya memiliki rate yang bagus (15 keatas) dalam hal: Marking, Tackling, Concentration, Positioning, Decision (keputusan), Teamwork (kerjasama), Workrate (kerja keras), Stamina, Acceleration (akselerasi) dan Strength (kekuatan)

Berdasar data gambar yang bersumber dari FM di bawah ini, ternyata pemain ini hanya sesuai dengan syarat bagus sebagai gelandang bertahan untuk Concentration, Position, Decision, Teamwork dan Workrate saja dimana hal ini bukanlah bagian dari teknik attributes dalam sepakbola melainkan bagian dari kepribadian dan mental pemain (Mental Attributes;sumber FM). Oleh karenanya, berdasarkan data ini, Pirlo sebenarnya tak cocok jika berposisi natural sebagai gelandang bertahan. Bandingkan dengan data gelandang bertahan murni Daniele De Rossi dan Arturo Vidal yang memiliki rate tackling bagus (19 dan 18)

Keunikan antara atributes profile Pirlo dan posisinya di lapangan hijau
Arturo Vidal gelandang bertahan murni milik Juventus
Defensive Midlefielder Daniele De Rossi
Selain itu juga, jika didasarkan pada FM, Pirlo seharusnya cocok berposisi sebagai gelandang serang (AMC) seperti waktu membela Inter Milan, karena sesuai dengan atributes Pirlo untuk Longshot, First Touch, Tehnique, Passing, Dribling, Finishing, (Tehnique attributes) Composure, Flair, Creativity, Off The Ball (Mental Attributes), Acceleration, dan Pace (Physical Attributes) yang berada di atas rata-rata. Namun dalam hal ini Pirlo lemah dalam hal dribling, acceleration dan pace. Ini artinya Pirlo sebenarnya lebih bernaluri menyerang. Namun mengapa justru ia sukses di posisi gelandang bertahan (DMC) baik di Timnas, Juventus dan Milan?

Adalah Carlo Ancelloti yang pertama kali memposisikannya di posisi gelandang bertahan, karena waktu di Milan naluri menyerangnya masih kalah kualitas (attributes) dengan Kaka yang berposisi sebagai Attacking Midlefielder (AMC) atau juga Trequartista yang juga berperan sebagai playmaker. Namun Don Carlo juga sadar jika AP kurang begitu cocok dijadikan DM murni, selain sebab Pirlo lebih bernaluri menyerang juga daya bertahan Pirlo kalah kuat dibandingkan Gattuso dan Ambrosini. Sebagai solusinya, akhirnya Don Carlo menyulap Andrea sebagai Deep Lying Playmaker di mana posisinya sama dengan DM, di belakang gelandang dan di depan defender. Meski demikian, Carlo memberikan tugas/peran bukan seperti gelandang bertahan murni seperti Gattuso atau Ambrosini. Namun lebih berperan sebagai penyuplai bola ke segala arah. Karena Don Carlo tahu Pirlo memiliki akurasi umpan di atas rata-rata, baik itu passing pendek atau crossing. Selain itu ia juga ditugaskan sebagai pengatur serangan, dan tempo permainan. Inilah cikal bakal Pirlo sebagai Deep lying Playmaker yang posisinya sama dengan DM.

Dalam statistik di atas, Pirlo memiliki akurasi umpan di atas rate baik untuk passing pendek (20), dan passing panjang (17). Sehingga tidak heran kita sering menyaksikan Pirlo memberikan passing panjang (crossing) dari dalam (cross from deep), baik ke post terdekat atau ke post terjauh (penyerang/forward/winger) dengan akurasi yang sangat bagus, entah di Timnas atau di klub. Oleh karena itu jarang sekali ada pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan tapi berperan sebagai passer/pengumpan panjang dari dalam (cross from deep) dan sekaligus playmaker. Umumnya, pengumpan panjang (crossing) lebih banyak ditugaskan kepada winger atau wing back dan playmaker umumnya berada di antara gelandang dan penyerang (AMC/Trequartista).

Sebagai pemain yang tugas utamanya adalah playmaker yang muncul dari dalam (deep), Pirlo butuh tandem yang kuat dan berkualitas untuk melindunginya, agar ia bebas berkreatifitas dan menyuplai umpan-umpan akuratnya ke segala penjuru lapangan. Untuk itu, waktu di Milan, Pirlo selalu mendapat perlindungan Gattuso dan Massimo Ambrosini. Sementara di Timnas, Pirlo dilindungi oleh Daniele De Rossi yang memiliki karakter yang cocok sebagai gelandang bertahan (lihat data gambar statistik) dan di Juventus, ia selalu dilindungi oleh Arturo Vidal dan Marchisio atau Pogba (sewaktu masih memakai skema 3-5-2 murni).

Itulah uniknya posisi Andrea Pirlo di lapangan. Ketika berposisi sebagai AMC, ia lemah dalam akselerasi dan pace (langkah), padahal ini faktor penting sebagai AMC, seperti Kaka, Ozil, Oscar, Samir Nasri, dan lainnya, meski banyak rate lainnya yang cocok dengan Pirlo. Demikian halnya ketika ia berposisi sebagai gelandang bertahan murni, ia punya banyak kelemahan di rate teknik (tackling) dan fisik (akselerasi, stamina, dan kekuatan). Sebagai solusinya, Pirlo ternyata lebih sukses berperan sebagai Deep lying Playmaker yang berposisi sama dengan Defensive Midlefielder meskipun tugasnya tidaklah murni sebagai gelandang bertahan karena ia memiliki naluri menyerang yang bagus.

____________________
Salam Sepakbola
Back To Top